TANGERANG – Seorang pria berinisial AH, dibekuk polisi setelah kedapatan melakukan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, Kamis 18 Januari 2024.

Diungkapkan Kepala Unit Krimsus Satreskrim Polresta Tangerang, IPTU Bima Prasetya Praelja, penangkapan AH bermula dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang mencurigai adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Saat itu lanjutnya, sejumlah petugas melakukan observasi langsung ke sejumlah SPBU di wilayah hukum Polresta Tangerang.

Hingga akhirnya didapatkan fakta, sejumlah orang membeli BBM jenis pertalite menggunakan mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi di SPBU di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

“Tim Opsnal Krimsus yang berada di TKP kemudian membuntuti mobil tersebut yang pergi menuju lokasi rumah, yang berada di Taman Raya Rajeg, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg,” kata Bima, Rabu (31/1/2024).

Sesampainya di lokasi, petugas langsung mendekati mobil tersebut. Dimana saat itu, pengemudi ditemukan sedang melakukan kegiatan memompa BBM jenis pertalite, dari tangki kendaraan yang dialirkan ke galon bekas air mineral yang diletakkan di bagian bangku
depan.

“Kemudian Tim Opsnal Krimsus melakukan pengecekan terhadap mobil tersebut. Setelah dilakukan pengecekan didapati bahwa tangki pada mobil tersebut sudah dimodifikasi dengan dipasang selang dan disambung dengan mesin pompa penyedot,” papar Bima.

Petugas pun melakukan interogasi kepada AH, yang ternyata diketahui telah melakukan kegiatan tersebut selama 6 bulan lamanya.

Setiap harinya, ia membeli BBM jenis pertalite menggunakan alat angkut mobil dengan tangki yang sudah dimodifikasi tersebut, sebanyak kurang lebih 200 liter.

“Selanjutnya AH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka beserta barang bukti, dibawa ke Polresta Tangerang untuk penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut” tegasnya.

Tersangka AH dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 6 tahun.

Reporter : Adit