TANGERANG – Pil pahit harus ditelan petani di Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, yang merugi hingga ratusan juta akibat sawahnya tak teraliri air.

Parahnya, kondisi sawah yang mengalami kekeringan akibat tidak teraliri air itu, telah berlangsung hingga delapan tahun lamanya.

Diungkapkan salah seorang petani di Desa Kubang, Bian, kerugian tersebut mencapai angka ratusan juta karena lahan yang mengalami kekeringan sampai puluhan hektare luasnya.

“Kalo dari data puluhan hektar sawah ga berfungsi, akibat saluran air ga berfungsi,” kata Subiyan kepada awak media, dikutip Selasa 16 Januari 2024.

Tidak diam lanjutnya, pihaknya telah menyampaikan persoalan yang mereka alami kepada sejumlah pihak terkait.

Namun kata dia, belum ada tindak lanjut atas krisis yang dialami para petani di wilayahnya itu.

“Bantuan juga sudah ada komunikasi, tapi sampai sekarang gak terealisasi, bingung saya,” keluhnya.

Permasalahan yang dialami para petani di Desa Kubang ini, mendapat sorotan dari aktivis Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI), Saepul Bahri.

Kondisi saat ini kata dia, menunjukan tidak adanya keseriusan dari pihak terkait yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, dalam menghadapi persoalan yang dihadapi petani.

Bukan hanya persoalan pengairan lanjutnya, bahkan dalam menghadapi permasalahan pupuk pun mereka melakukannya dengan tidak maksimal, termasuk peran Penyuluh Pertanian.

“Memang tidak pernah sungguh-sungguh ini memperhatikan para petani,” tandasnya.

Reporter : Adit