TANGERANG– Ribuan warga yang bermukim di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, hanya bisa pasrah tempat tinggal mereka terendam banjir pada Sabtu, 17 Februari 2024.

Banjir yang terjadi pada sekitar pukul 07.30 WIB tadi pagi itu, merendam pemukiman warga hingga ketinggian 1 meter.

Diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, banjir di wilayah itu sendiri terjadi akibat meluapnya aliran sungai Cisadane.

“Itu luapan dari sungai Cisadane, jadi emang ada beberapa faktor ya mulai dari curah hujan yang cukup tinggi sampai saluran pembuangan” kata Ujat kepada embaran.co saat dikonfirmasi, Sabtu 17 Februari 2024.

Ujat menuturkan, ada setidaknya 990 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir tersebut, yang berasal dari 7 RT.

Diantara yang terdampak lanjutnya, terdapat 18 orang yang merupakan ibu dalam kondisi hamil serta 41 balita.

“Untuk kondisi saat ini beberapa sudah kita evakuasi ke posko yang disiapkan, terutama lansia” katanya.

Ia memaparkan, kondisi banjir harusnya bisa ditangani dalam waktu satu sampai dua hari, tergantung kondisi cuaca.

Apalagi lanjut dia, saat ini tim dari BPBD sendiri melakukan upaya penyedotan air agar banjir dapat surut lebih cepat.

“Harusnya satu atau dua hari bisa surut, kita liat kondisi cuaca juga kan bisa lama kalau hujan lagi” tutur Ujat.

Sementara untuk posko yang disiapkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk untuk bantuan logistik bagi para warga terdampak.

“Kalau untuk kesehatan kita memang punya tim mitigasi bencana, jadi ketika terjadi banjir dipastikan semuanya sudah terantisipasi” tegasnya.

Reporter : Adit