TANGERANG – Jalan Nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibu kota provinsi, dan jalan strategis nasional,serta jalan tol.

Masyarakat yang merupakan pengguna jalan kembali keluhkan aktifitas angkutan kota (Angkot) yang tidak menghargai para pengguna jalan.

Keresahan warga dengan ngetem di tengah jalan, kebutan-kebutan serta sikap kasar dari para sopir angkot benar-benar mengganggu kenyamanan.

Topik salah satu warga berharap agar aparat kepolisian serta instansi pemerintah terkait segera menertibkan sopir dan angkot yang kerab berulah tersebut.

“TOLONG LANTAS nya cek semua angkot di Balaraja, semuanya ugal ugalan : berhenti sembarangan, ngetem semau nya, gak kenal antri (serobot terus walaupun itu bukan jalur nya) angkot warna putih, putih-hijau, putih-merah semuanya merdeka walaupun ada anggota GATSU – PATWAL di pertigaan tol balaraja ga ada efeck nya di biarkan. Polisi hanya nangkepin pengendara motor yang tidak nyalahkan lampu, tidak pakai helm, dan spion. Tidak menindak yang salah seperti angkot yang ada di depan matanya. Cek punya SIM tidak semua supir angkotnya adakan operasi gabungan 1 bulan jangan hanya 1-2 hari, lalu hilang lagi polisinya di pertigaan Adhi dan jembatan adhi” ucap Topik.

Keluhan warga itu cukup beralasan, sebab saat jam sibuk pagi dan sore hari jalan diwilayah itu selalu terjebak macet. Itu karena salah satu ulah para sopir angkot yang ngetem atau parkir diatas bahu jalan.

Seorang pengendara motor tewas di tempat, setelah terlindas truk tronton di Jalan Raya Serang-Balaraja, tepatnya di depan Kantor PLN Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Selasa 30 Januari 2024.

“Untuk Kapolda Banten wilayah hukum Polreta Tangerang tolong cek Kasatlantasnya kerja tidak, semua anggota lantas di balaraja membiarkan angkot yang ugal ugalan dijalan, lawan arah di jembat adhi balaraja barat, berhenti semau nya, walaupun ada anggota namun tidak ada tindakan tegas untuk angkot. adakan operasi gabungan 1 bulan untuk angkot hampir tidak punya SIM semua”, sambung Topik.

Dengan adanya keluhan-keluhan itu, warga berharap agar instansi terkait segera ambil tindakan untuk menertibkan angkot. Sebab jika tidak maka angka kecelakaan lalu lintas akibat angkot yang membandel itu akan semakin tinggi kedepannya. (Red)